

kepada PUJO C A
potongan jiwa yang hidup dalam hidup saya
saya bertemu dengan kamu di suatu sore berjudul 19 Juli. ah, saya masih ingat betul. kita melewati beberapa hari bersama, dengan senyuman dan sesekali genggaman tangan tak disengaja. beberapa hari pula menjauh. kita tak lekang oleh waktu bukan? kamu bilang ini pendekatan, dan sejujurnya saya begitu menikmatinya. hari ini tepat setahun yang lalu, saya dan kamu membuat kesepakatan untuk mencoba berjalan bersama, masih ingat kah?
kamu pergi. saya menaruh harap yang cukup besar, walau pernah pula saya menyangka kisah ini akan habis di jalan antara Kabul dan Jakarta. kita bertemu lagi di sebuah sendja. kamu datang begitu tiba-tiba, saya terkejut, sekaligus bahagya. tak dinyana, kamu memang kembali untuk saya.
kamu pergi lagi. saya selalu diselubungi rasa kuatir yang berlebihan akan adanya diri kamu. saya mohon maaf jika pasti ada katadan perilaku saya yang tak kamu suka. saya sungguh berterima kasih karena kamu masih mau berdiri di sini, di samping saya, menantang angin yang melintas.
saya sayang kamu.
iya, kamu, laki-laki yang terlalu ngotot untuk bersama saya.
tinggal 36 malam. ah, waktu cepat berlalu. mengalir bening dan cepat, seperti berlari mengejar induk. berjalan perlahan sembari mengecap pahit, sekaligus manis.
saya titip hati.
semoga perjalanan setahun ini bisa menjadi pondasi untuk pelayaran sepanjang masa.
27 Juli 2005
zoen sayang,
CHIA




No comments:
Post a Comment