14.8.05

terlalu tersenyum

hari berjalan tanpa ingin berdiam
aku tertegun
dulu ini yang paling kunanti
slalu aku tunggu
tapi setelah semuanya mendekat
rasanya aku ingin lari saja
aku sibuk mengurusi keperluan kami berdua
dia sibuk menikmati masa mudanya
memang terdengar egois
dan dia menganggap aku pengekang
adilkan bila aku menemaninya setiap hari bekerja
kudengar setiap keluh kesah
setiap pusing meriang meradang
dan dia pergi berlibur setiap akhir pekannya
aku diberi letih
dan lainnya diberi senyum
aku bukan hanya iri
tetapi sakitnya adalah perihku juga
dan senyumnya?
kuharap bisa menjadi senyumku juga suatu hari nanti

jaga kesehatan
jangan sampe terlalu banyak senyum
karena segala yang terlalu itu tidak baik adanya

No comments: