7.6.09

Gelar Doktor & ASI

malem ini aku baru aja baca, a very inspiring story di salah satu milis yang aku ikutin. ini imelnya aku kopi paste-in, saking cintanya aku. biar inget dan malu krn aku udah menunda2 sekolah master dari jaman mau hamil aksan. ckckckck.. *geleng2*

Menyelesaikan Program Doktor tanpa Lupa Memberi ASI


Alhamdulillah, baru sebulan ini gelar akademik tertinggi yaitu "Dr" (doktor) baru saja saya raih. Tidak mudah bagi saya meraih gelar ini, karena pada proses menyelesaikan disertasi saya dua kali hamil dan melahirkan. Anak yang pertama lahir tanggal 8 Mei 2006, kami beri nama Khonsa'. Alhamduillah Khonsa' dapat ASI ekslusif sampai usia 6 bulan. Belum genap sebulan, Khonsa' sudah saya bawa ke kampus untuk bimbingan. Khonsa'pun terbiasa kehujanan, kepanasan, turun naik angkot mengikuti kemanapun saya pergi karena kami tidak punya pembantu atau pengasuh. Banyak orang yang geleng-geleng kepala melihat saya membawa bayi yang masih orok ke kampus. Umumnya mereka berkata, "Kasihan itu bayi masih merah sudah dibawa-bawa" . Saya tak peduli dengan tatapan orang, yang saya inginkan hanya satu, Khonsa harus ASI ekslusif hingga 6 bulan.

Memasuki bulan ke 7 ternyata saya hamil lagi. "Oh my God" bisik hati saya. Bagaimana kuliah saya, bagaimana kelanjutan ASI Khonsa'?. Saya dikuatkan oleh suami, ia meyakinkan saya pasti mampu menjalankan amanah Allah SWT ini. Saya baca referensi mengenai ASI tandem. Akhirnya saya mantapkan hati tetap memberi Khonsa' ASI hingga 2 tahun, menjaga kandungan dengan baik, mengkonsumsi makanan yang bergizi dan menyelesaikan kuliah semampu saya bisa. Waktu itu saya berfikir, saya masih muda untuk sebuah gelar doktor, gagalpun saya siap. Tapi golden age anak saya takkan pernah kembali masanya, saya tak boleh menyia-nyiakannya. Hanya saja, orang-orang semakin terkaget-kaget melihat saya bawa bayi dengan perut yang mulai membesar pula ke kampus.

Alhamdulillah anak kedua kami lahir dengan selamat pada tanggal 29 September 2007 dan diberi nama Naf'an. Saya memilih menunda menyelesaikan kuliah dan fokus mengurus dua bayi "kembar" karena Khonsa dan Naf'an masih ASI. Setelah Naf'an selesai ASI ekslusif saya baru bergerak cepat menyelesaikan kuliah dan alhamdulillah tepat usia Khonsa 3 tahun dan Naf'an 20 bulan saya berhasil menyelesaikan program doktor.

Alhamdulillah ditengah kesulitan bundanya meraih gelar doctor kedua anak kami lulus ASI ekslusif, sekarangpun Khonsa dan Naf'an masih menyusui. Tak dipungkiri lagi ASI is the best!. Alhamdulillah Kedua anak kami tumbuh sehat dan cerdas di atas anak-anak seusia mereka. Mereka jarang sakit bahkan 20 bulan usianya kini Naf'an belum pernah ke dokter dan anak-anak tidak kami biasakan mengkonsumsi obat-obat kimia.

Bekerja dengan gaji selangit, berpendidikan tinggi hanyalah pilihan, sedangkan hamil, melahirkan, dan menyusui adalah fitrah perempuan, saya tak ingin mengingkari fitrah itu. Semoga anak-anak kita hari ini adalah pemimpin yang sholeh di masa depan. Percayalah smart parent, you can do it!!!

Dr. Yesi Elsandra., SE., MSi


subhanallah.. aku kagum bgt sama mba yesi ini.. hebat ya?!
smoga aku juga bisa seperti mba yesi, yg skolah sambil hamil, melahirkan & menyusui.. insya Allah.

ayo, smangat mumu!

1 comment:

mrs.netta said...

eh.. eh.. maksudnya apa postingan ini..? dikau mau sekolah sambil hamil lagi gitu...?

ckckckckckckckk...

gutlak ya chi, gw salut dah kalo lo masih bisa kuliah lagi, secara gw merasa otak gue udah tumpul banget..!!