1.6.09

Takut Ya?

saya ngakak guling2 waktu baca berita di kompas akhir2 ini. bukan berita lucu sih yang saya baca. tapi dari berita itu tersirat bagaimana mentalitas wakil2 kita sebagai rakyat Indonesia yang duduk di kursi agung DPR/MPR. beritanya gini :

DPR TAK BISA DIHARAPKAN
Pembahasan Rancangan Undang-Undang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (RUU TiPiKor) di Dewan Perwakilan Rakyat sudah tidak dapat lagi diharapkan hasilnya. Dengan demikian, DPR perlu segera mengembalikan mandat penyelesaian peraturan itu ke Presiden. Presiden kemudian diminta untuk mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu). Hilangnya harapan atas pembahasan RUU Tipikor di DPR, muncul karena waktu efektif mereka untuk membahas peraturan itu tinggal 2,5 bulan. Hal itu karena masa sidang DPR hanya pada Juni hingga 3 Juli dan kemudian pada pertengahan Agustus sampai 20 September. Masa sidang itu pun juga dikhawatirkan tidak akan sepenuhnya effektif, karena bersamaa dengan pemilihan umum presiden. selain itu, tidak terlihat dukungan dari partai politik yang wakilnya ada di DPR untuk segera menyelesaikan pembahasan RUU Tipikor. Ini terlihat dari belum adanya pimpinan parpol yang memerintahkan wakilnya di DPR, untuk membahas RUU Tipikor.
(Kompas, Senin, 1 Juni 2009, hlm.2)


sebelumnya juga dari surat kabar yang sama, saya lupa tepatnya tanggal berapa, ada pemberitaan tentang Ketua DPR yang tidak tampak membawa berkas RUU Tipikor tetapi membawa berkas RUU yang lain untuk dibahas dan diselesaikan dalam salah satu sidang DPR.

Saya tertawa keras sembari bertanya retorik dalam hati, apa para anggota dewan itu takut, RUU Tipikor yang mereka bahas, selesaikan dan selanjutnya disahkan sebagai UU, akan menjerat mereka sendiri? Oh my!

Sudah rahasia umum, bahwa ada sebagian anggota DPR yang malu-malu berkata saya butuh jam baru, butuh kamera atau henfon baru, minta disponsori pernikahan anaknya, minta dibayari sekolah anaknya di luar negeri, minta setoran dari proyek2 di daerah, minta bagian dari pendapatan perusahaan BUMN, bahkan ada yang tanpa malu2 berkata, "saya minta sekian" diawal rapat suatu perencanaan proyek. mengapa saya katakan sebagian? karena saya sungguh mengharapkan bahwa cuma sebagian saja dari mereka yang berbuat spt itu, tapi bukan sebagian besar apalagi semuanya.

nah, hal itulah yang saya tertawakan hingga air mata hampir menetes dari sudut mata. apakah anda takut korupsi anda ketahuan dan diproses di pengadilan pak/bu anggota dewan?

*PS : untuk teman2 yang orangtuanya, sodaranya, adenya, kakaknya, sepupunya, ato siapa saja lah yang menjadi anggota dewan legislatif, saya tidak bermaksud menyinggung. hanya menyuarakan dengan tegas, apa yang ada dalam pikiran saya. jika anda marah, maka bisa jadi yang saya ungkapkan di atas adalah benar :) jika anda tidak marah, boleh anda tanyakan lagi dalam hati, apakah anda sudah benar2 bersih dari KKN?

cheers!

No comments: